Prev April 2016 Next
Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab
27 28 29 30 31 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
01 02 03 04 05 06 07
Berita Kurs Dollar pada hari Jumat, 15 April 2016
Susah Sukses? Ini 5 Alasannya

Liputan6.com, Jakarta - Sukses merupakan impian besar semua orang. Semua orang di dunia pasti ingin menggapai apa yang selama ini dicita-citakan. Namun perjalanan menuju kesuksesan tidaklah mudah. Selain harus menerjang berbagai rintangan, Anda pun harus memiliki semangat pantang menyerah.

Walaupun telah melakukan segenap cara, ada sebagian orang yang merasa kesulitan untuk menggapai apa yang diinginkan. Melansir entrepreneur.com, Selasa (12/4/2016) hal tersebut ternyata dapat disebabkan oleh lima hal ini:

1. Selalu berangan-angan

Banyak orang yang sering menghabiskan waktunya untuk berangan-angan. Mereka berpikir akan mampu untuk bahagia apabila telah mampu mencapai satu hal di masa depan.

Baca Juga

  • Mau Jadi Orang Sukses? Pakai 5 Cara Ini Hadapi Kesalahan
  • 5 Alasan Mengapa Melajang Bisa Buat Anda Sukses
  • 3 Kalimat Ini Jadi Kunci Orang Sukses

Source: liputan6.com
Lakukan 6 Hal Ini Saat Minta Kenaikan Gaji

Liputan6.com, Jakarta - Tentunya pendapatan yang Anda hasilkan saat ini adalah motivasi Anda untuk tetap terus bertahan pada pekerjaan Anda saat ini. Akan tetapi, bila pekerjaan Anda tidak setimpal dengan bayaran yang Anda dapatkan, Anda perlu untuk menegosiasikannya dengan atasan Anda.

Saat Anda sedang menegosiasikan kenaikan gaji, Anda harus melakukannya dengan cerdas. Tentunya sebelum berniat menegosiasikan harga, tentunya Anda harus memposisikan diri Anda sebagai orang yang memang pantas mendapatkannya.

Sudah seharusnya Anda mendapatkan gaji yang sesuai dengan pekerjaan Anda. Melansir dari Vogue (12/4/2016) berikut adalah kiat-kiat yang bisa Anda terapkan saat melakukan negosiasi dengan atasan Anda.

Baca Juga

  • Ingin Jadi Pengusaha Wanita yang Sukses? Ikuti 5 Cara Ini
  • Petuah Cerdas Cara Raih Sukses dari 5 Wanita Hebat
  • 5 Alasan Mengapa Melajang Bisa Buat Anda Sukses

Source: liputan6.com
Ingin Hemat? Hindari 5 Hal Ini Saat Belanja

Liputan6.com, Jakarta - Waktu adalah uang. Hal tersebut sering disebut-sebut sebagai alasan agar seseorang melakukan segala sesuatunya dengan cepat. Tidak hanya dalam bisnis, namun juga kalimat tersebut dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Para pemilik toko telah membantu memecahkan masalah ini. Misalnya, Anda dibiarkan untuk membeli makanan cepat saji agar Anda tidak perlu memasak. T

anpa Anda sadari, hal tersebut malah membuat ongkos yang Anda keluarkan lebih banyak dibandingkan bila Anda memasak sendiri.

Semua itu telah jadi kebiasaan Anda yang hidup dalam tempo yang cepat. Untuk itu, harus dipikirkan kembali hal-hal yang justru membuang uang Anda.

Melansir dari money.usnews.com, Kamis (14/4/2016) berikut adalah ulasan mengenai lima hal yang dapat membuat Anda harus merogoh kocek lebih besar:

Baca Juga

  • 4 Bahaya Belanja Online
  • 5 Macam Kepribadian Dilihat dari Cara Kamu Berbelanja
  • 5 Hal Finansial Ini Wajib Anda Terapkan Saat Usia Kepala Tiga

Source: liputan6.com
Tengok 5 Pernikahan Paling Mewah

Liputan6.com, Jakarta - Pernikahan mewah tentu adalah impian para wanita. Mulai dari undangan hingga dekorasi semua pasti menginginkan yang terbaik.

Bila pasangan yang akan menikah punya biaya lebih, maka mereka tidak akan ragu mengeluarkan tabungannya untuk acara tersebut.

Untungnya, para selebritas yang memiliki banyak uang, menampilkan kemewahan bukanlah hal yang sulit.

Baca Juga

  • Pernikahan Mewah Ala Miliarder India, Tamu Dibagi Cincin Berlian
  • Pengen Nikah Mewah Gratis, Perusahaan Ini Mau Membiayai
  • Pernikahan Super Mewah Artis China Ini Telan Biaya Rp 413 Miliar

Source: liputan6.com
Mau Sukses dalam Berbisnis? Hindari 3 Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta - Semua orang memiliki cita-cita besar agar mampu sukses berbisnis. Namun tidak semua orang tahu caranya.

Dengan sikap yang tepat, mimpi sukses bukanlah angan-angan semata. Selain itu Anda pun harus pandai melihat peluang serta menghindari risiko yang mungkin terjadi.

Namun ternyata, ada beberapa kesalahan kecil yang dapat membuat Anda sulit untuk menggapai kesuksesan berbisnis. Melansir laman Business Insider, Kamis (14/4/2016) berikut ulasannya:

1. Tidak mempunyai tujuan yang jelas

Banyak pengusaha yang hanya menginginkan sukses dalam hidupnya. Namun mereka tidak mengetahui dengan jelas bagaimana cara menggapainya. Agar mampu sukses di tempat kerja, Anda pun harus mampu menentukan tujuan yang jelas.

Baca Juga

  • Tips Sebelum Berbisnis dengan Pasangan
  • Mau Jadi Pengusaha Sukses? Simak 7 Tips Jitu Ini
  • 7 Tips Sukses Bisnis Sampingan

Source: liputan6.com
Hati-hati, Ini 6 Tanda Anda Akan Dipecat

Liputan6.com, Jakarta Perjalanan karir tidak selamanya mulus. Terkadang, Anda harus mampu untuk mengikuti perkembangan zaman. Pegawai yang tidak mampu mengikuti perubahan ini akan tertinggal. Itulah mengapa mereka akhirnya harus menghadapi keputusan sulit dari perusahaan seperti pemutusan hubungan kerja.

Meski begitu, sebagian besar perusahaan tidak akan memecat karyawannya secara tiba-tiba. Namun hal itu mungkin saja terjadi apabila sang pegawai telah berbuat fatal.

 

Baca Juga

  • Dipecat? Lakukan 7 Hal Ini
  • Kemampuan Kerja Bukan Alasan Utama Karyawan Dipecat
  • Bolos Kerja Selama 24 Tahun, Karyawan Ini Akhirnya Dipecat

Source: liputan6.com
Tak Kuliah, Pemuda 19 Tahun Ini Sukses Bangun Perusahaan

Liputan6.com, Jakarta - Ketika anak-anak di usia 15 tahun melihat es krim sebagai makanan pelepas dahaga, Max Lock justru memikirkan hal yang lain. Saat berumur 15 tahun, Lock tak menikmati es krim seperti teman-temannya namun justru berpikir cara untuk memproduksi es krim tersebut.

Tinggal di Portland, Oregon, AS, awalnya pria yang sekarang berusia 19 tahun ini bekerja sebagai administrator IT di sebuah toko pizza di Philadelphia. Restoran tersebut memiliki es krim dengan rasa yang tidak enak.

Saat pertama kali mencoba es krim di toko pizza itu, Lock merasa jijik. Dia kemudian berniat untuk membuat es krim yang lebih enak. Akhirnya siswa SMA ini meluncurkan Schoolboy Ice Cream. Ice Cream yang dibikin Lock ternyata disukai sehingga Schoolboy Ice Cream diakuisisi oleh toko pizza tersebut. Bahkan tak lama kemudian perusahaan es krim tersebut diambil oleh WholeFoods.

Baca Juga

  • Miliarder Rela Habiskan Rp 1,3 Triliun Demi Temukan Alien
  • Gara-gara Email Palsu, Perusahaan Telan Rugi Rp 30 Triliun
  • Pengusaha Ngaku Selalu Dikejar-kejar Soal Pajak

Source: liputan6.com
Perempuan Sebaiknya Punya Perlindungan Ini di Asuransi

Liputan6.com, Jakarta - Siapa bilang hanya pria yang perlu asuransi? Bagi wanita, ada beberapa risiko khusus yang tidak dimiliki oleh kaum adam dan perlu perlindungan asuransi.

Pastikan lagi, apakah risiko khusus ini terlindung pada asuransi yang akan atau sudah Anda miliki saat ini.

Asuransi memang untuk semua orang. Namun, bagi wanita ada beberapa risiko yang kenyataannya wajib memiliki perlindungan khusus dibanding pria, seperti proses melahirkan, risiko kanker serviks, dan kanker payudara.

Baiknya, risiko-risiko tersebut pun telah masuk dalam cakupan perlindungan beberapa perusahaan asuransi.

Baca Juga

  • Pentingnya Asuransi Kesehatan Buat Anda yang Doyan Makan
  • Tidak Pernah Klaim, Apakah Uang Saya Kembali?
  • Cerdas Pilih Asuransi Kesehatan Sesuai Bujet

Source: liputan6.com
Live Streaming: Ketua OJK Bicara Soal Cegah Krisis Finansial

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi ekonomi global belum benar-benar pulih dari keterpurukan. Eropa masih berjuang untuk bisa keluar dari resesi. Pertumbuhan ekonomi China terus melema. Sedangkan Amerika Serikat (AS), sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia, pun juga belum membaik.

International Monetary Fund (IMF) menyebutkan, ke depan masih ada risiko baru yang bisa menimbulkan krisis keuangan baru. Tak main-main, IMF memperkirakan potensi krisis yang bisa terjadi sama seperti masa 2008 lalu.

Ekonomi Indonesia sendiri sebenarnya cukup kuat. Pada 2015 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menyentuh angka 4,79 persen. Stabilitas sistem keuangan juga terjaga, ditopang oleh ketahanan sistem perbankan dan kinerja pasar keuangan yang cukup kuat.

Rasio kecukupan modal industri perbankan tercatat 21,5 persen, Nilai tukar rupiah stabil di kisaran 13.200 per dolar AS dan angka inflasi sesuai dengan target pemerintah yaitu di kisaran 4 persen.

Namun tentu saja, meskipun kondisi ekonomi Indonesia tergambar baik, perlu adanya langkah pencegahan jika krisis finansial kembali terjadi. 

Seperti apa langkah-langkah antisipasi tersebut, saksikan jawabannya dalam live streaming bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, yang berlangsung pada:

Hari/Tanggal   : Sabtu, 16 April 2016
Waktu            : 11.00-13.00 WIB
Tema             : Ketua OJK Bicara Soal Upaya Cegah Krisis Finansial Bersama Alumni Monash University dan universitas lainnya di Melbourne, Australia.

(Gdn/Ndw)


Source: liputan6.com
Saham Bank Dorong Wall Street Naik Tipis

Liputan6.com, Jakarta Wall Street bergerak sedikit pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS setelah dua hari mendapatkan keuntungan, imbas dari laba bank besar dan saham keuangan yang naik.

Saham Bank of America Corp (BAC.N) naik 2,5 persen, memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500, setelah aset bank nomor 2 terbesar di AS ini dilaporkan tergelincir pada laba kuartalan, seiring dengan perkiraan. Saham Wells Fargo saham (WFC.N) tergelincir 0,5 persen setelah laporan kuartalan bank.

Sektor keuangan yang menjadi sektor berkinerja terburuk tahun ini, naik 0,3 persen dan terjadi 5 hari berturut-turut.Keuntungan berturut-turut mereka yang pertama sejak Juli.SahamBlackRock saham naik 1,9 persen setelah manajerasetmengumumkanrestrukturisasi.

Baca Juga

  • Wall Street Melemah Dipicu Penurunan Harga Minyak
  • Lonjakan Harga Minyak Angkat Bursa AS
  • Harga Minyak Kembali Tekan Wall Street

Source: liputan6.com
Dexlite Mulai Dijual di SPBU Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) varian baru Dexlite hari ini. Solar non subsidi tersebut akan melengkapi jenis solar yang dijual Pertamina.

Berdasarkan informasi yang diterima Liputan6.com, di Jakarta, Jumat (15/4/2016), Dexlite akan diluncurkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina di Kawasan Lenteng Agung Jakarta.

Direktur PemasaranPertaminaAhmad Bambang mengatakan, Solar non subsidi tersebut lebih mahal dibandingkan yang disubsidi pemerintah. "Insya Allah dijual Rp 6.750 per liter," kata Bambang beberapa hari lalu.

Baca Juga

  • Ada Dexlite, Pertamina Ingin Kurangi Pasokan Solar
  • Pertamina Siap Luncurkan Dexlite, Ini Target Konsumennya
  • Membandingkan Kualitas Bio Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex

Source: liputan6.com
Harga Emas Turun Imbas Penguatan Dolar

Liputan6.com, Jakarta Emas turun lebih dari 1 persen pada Kamis, karena dolar naik untuk hari ketiga dan saham dunia naik ke level tertinggi di 2016, dengan ketidakpastian atas prospek kebijakan moneter AS tahun ini menambah volatilitas.

Spot emas turun 1,3 persen pada US$ 1,226.06 per ounce pada 2:32 EDT (1832 GMT). Emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 1,7 persen pada US$ 1,226.50.

Logam ini telah stabil setelahkenaikankuartalan terbesar dalam hampir 30 tahun, didorong oleh mundurnya harapan bahwa Federal Reserve akan mendorong beberapa kenaikan suku bunga tahun ini.

Baca Juga

  • Harga Emas Menguat Saat Saham Terjatuh
  • Harga Emas Antam Naik Rp 5.000 per Gram
  • Harga Emas Catat Rekor Terbaik Sejak 1986

Source: liputan6.com
Harga Minyak Tergelincir Jelang Pertemuan Doha

Liputan6.com, Jakarta Pasar minyak ditutup lebih rendah setelah sesi berombak pada hari Kamis, karena pasar mencerna diproses laporan dari Badan Energi Internasional.

Aktivitas di pasar telah diredam dengan tidak ada pemain yang jelas, kata para pedagang, karena ketidakpastian menjelang pertemuan produsen tajam diantisipasi `pada hari Minggu di Doha,Qatar, eksportir minyak terbesar di dunia, termasuk Arab Saudi dan Rusia.

Baca Juga

  • Stok Naik Bikin Harga Minyak Tergelincir
  • Laporan Stok Angkat Harga Minyak Dunia
  • Harga Minyak Melonjak Jelang Penutupan Perdagangan

Source: liputan6.com
Neraca Dagang RI Diprediksi Kembali Surplus US$ 1 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia Maret diramalkan akan kembali mendulang surplus hingga US$ 1 miliar. Surplus terjadi karena kinerja impor makin merosot, sementara ekspor mampu bertumbuh positif.

"Maret ini ada potensi neraca perdagangan surplus US$ 900 juta sampai US$ 1 miliar," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Menurutnya, kinerja ekspor Indonesia pada periode bulan ketiga tahun ini diperkirakan tumbuh 5 - 6 persen. Sementara pertumbuhan impor cukup rendah hanya 1 - 2 persen. Penguatan arus ekspor, diakui Reza karena apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga

  • BPS: Inflasi Januari Mencapai 0,51%
  • Ekspor Kopi RI Diprediksi Naik 20% di 2016
  • BKPM Siapkan Insentif untuk Industri Berorientasi Ekspor

Source: liputan6.com
Ada Uang Palsu di ATM, BI Lakukan Investigasi

Liputan6.com, Jakarta - Warga Jambi, Asiah pada akhir pekan lalu melaporkan ada uang palsu yang  didapatkan dari mesin Aanjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Jambi. Sontak, ini menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) sebagai pengawas peredaran uang di Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Jambi V. Carlusa menjelaskan, kejadian ini menjadi yang pertama kali di Jambi.

Dia mengaku korban penerima uang palsu di ATM sudah melaporkan kepada otoritas setempat. Carlusa menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi terkait adanya kejadian itu.

"Kita tidak bisa langsung menindak bank nya yang salah atau tidak, kita sedang investigasi. Saat ini uang palsunya sedang kami teliti, apakah itu benar-benar uang palsu atau tidak, lalu di mana yang lalai," kata Carlusa saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (15/4/2016).

 

Baca Juga

  • YLKI: Bank Lalai Uang Palsu Beredar di ATM
  • OJK Awasi Bank Pemilik ATM yang Keluarkan Uang Palsu
  • Awas, Ada Uang Palsu dari ATM

Source: liputan6.com
Mau Tagih Pajak, Petugas Butuh Bekingan Polisi dan TNI

Liputan6.com, Jakarta Aparat pajak perlu mendapat bantuan atau bekingan dari Kepolisian atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat melakukan penagihan maupun penyitaan harta penunggak pajak. Hal ini menyusul terbunuhnya dua petugas pajak saat menyampaikan Surat Paksa Penagihan tunggakan pajak senilai Rp 14 miliar.

"Petugas pajak kalau mau nagih pajak atau sita aset pasti dibekali surat tugas yang punya dasar hukum kuat. Dan eksekusi ini biasanya dilakukan petugas penagihan, bukan pemeriksa maupun bagian konsultasi," ujar Pengamat Perpajakan Universitas Indonesia Ruston Tambunan saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

DiakuiRuston, petugas pajak perlu didampingi aparat Kepolisian apabila harus menghadapi Wajib Pajak (WP) yang berisiko tinggi. Tentunya Ditjen Pajak harus melihat profil dari WP yang terlibat dalam kasus utang pajak.

Baca Juga

  • Pengusaha Pembunuh Dua Petugas Pajak Pernah Terlibat Kasus Serupa
  • Pengusaha AL Dibantu 4 Orang Bunuh 2 Petugas Pajak
  • Dirjen Pajak: 7 Pembunuh Petugas Pajak di Nias Diburu Polisi
     
    Source: liputan6.com
Resmi Diluncurkan, Dexlite Dijual Seharga Rp 6.750/Liter

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) telah resmi meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) varian baru ‎Dexlite. Solar tersebut dibanderol Rp 6.750 per liter, dengan begitu dapat menambah pilihan bahan bakar konsumen.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, Dexlite merupakan solar dengan cetane number 51 kandungan sulfur 1200, dengan begitu Pertamina memberikan pilihan BBM dengan kualitas yang lebih baik dan harga yang lebih rendah.

"Hari ini kitaluncurkanDexlite, sebuah karya baru kita harap lebih memberimanfaatDexlite, produkkualitasDex denganhargaLite,‎" kata Dwi, saatmeluncurkanDexlite, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 31.12601, kawasan LentengAgungJakarta, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga

  • Ada Dexlite, Pertamina Ingin Kurangi Pasokan Solar
  • Pertamina Siap Luncurkan Dexlite, Ini Target Konsumennya
  • Membandingkan Kualitas Bio Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex

Source: liputan6.com
Dato Sri Tahir Jadi Ketua Kadin Komite Tiongkok

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menobatkan Dato` Sri Tahir sebagai Ketua Kadin Komite Tiongkok (KIKT). Komite bilateral ini sendiri akan bekerja di bawah koordinasi Kadin bidang hubungan internasional.

Kehadiran KIKT untuk menyelaraskan tujuan pemerintah Indonesia dan Tiongkok untuk merealisasikan perdagangan bilateral mencapai US$ 150 miliar atau sekitar Rp 1.975 triliun (asumsi kurs Rp 13.127 per dolar Amerika Serikat) pada 2020.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, komite bilateral merupakan bagian yang bertanggungjawab atas pengembangan ekonomi dengan negara tertentu.

Dia mengatakan, dengan ada KIKT memperbanyak mitra pemerintah untuk pengembangan kerja sama ekonomi.

Baca Juga

  • Kadin Minta Paket Kebijakan Lebih Fokus ke Pengentasan Kemiskinan
  • Kadin Minta Regulasi Transportasi Sesuai Perkembangan Zaman
  • RI Harus Tarik Lebih Banyak Investasi dari China

Source: liputan6.com
Perdagangan RI Selalu Tekor dari Tiongkok dalam 5 Tahun Terakhir

Liputan6.com, Jakarta - Perdagangan Indonesia dan China masih mencatatkan defisit sejak 5 tahun terakhir. Negara ini membuka luas pasar dengan serbuan barang impor dari China, sementara Indonesia mengalami kesulitan menembus pasar China yang sedemikian besar, terutama untuk ekspor ‎produk hortikultura dan produk kreatif.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo menjelaskan, China selalu menduduki peringkat pertama negara pengimpor terbesar ke Indonesia, disusul Jepang dan Thailand. Pada periode Januari-Maret 2016, impor dari China mencapai US$ 7,13 miliar dengan pangsa pasar 25,40 persen.

"‎Kita sudah mengalami defisit neraca perdagangan dengan China sejak 5 tahun lalu. Kita impor terbesar dari China, karena mau tidak mau,"tegasSasmito usai Konferensi Pers Neraca Perdagangandikantornya,Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga

  • BPS: Inflasi Januari Mencapai 0,51%
  • Ekspor Kopi RI Diprediksi Naik 20% di 2016
  • BKPM Siapkan Insentif untuk Industri Berorientasi Ekspor

Source: liputan6.com
‎Ini Barang Impor dari Tiongkok yang Bikin Perdagangan RI Tekor

Liputan6.com, Jakarta - Dalam menjalin hubungan perdagangan dengan Tiongkok, Indonesia terus mengalami defisit dalam 5 tahun terakhir. Indonesia begitu keranjingan mengimpor produk atau barang jadi dari China karena harga yang sangat murah meskipun kualitas belum tentu bagus.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo menjelaskan, Tiongkok selalu menduduki peringkat pertama negara pengimpor terbesar ke Indonesia, disusul Jepang dan Thailand. Pada periode Januari-Maret 2016, impor dari China mencapai US$ 7,13 miliar dengan pangsa pasar 25,40 persen.

"‎Kita sudah mengalami defisit neraca perdagangan dengan China sejak 5 tahun lalu. Kita impor terbesar dari Tiongkok, karena mau tidak mau," tegasSasmito usai Konferensi Pers Neraca Perdagangan dikantornya,Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga

  • Neraca Pe‎rdagangan Maret Surplus US$ 497 Juta
  • Neraca Dagang RI Diprediksi Kembali Surplus US$ 1 Miliar
  • Neraca Pe‎rdagangan Maret Surplus US$ 497 Juta

Source: liputan6.com
Ini Keunggulan Dexlite Dibandingkan Solar Biasa

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) Dexlite pada hari ini. BBM ini dikatakan memiliki kelebihan dibandingkan Solar. Salah satunya membuat konsumsi bahan bakar kendaraan menjadi lebih irit‎.

Direktur ‎Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, keunggulan ini terbukti melalui hasil uji coba diketahui jika pemakaian Dexlite lebih hemat dibandingkan Solar.

Hitungannya, untuk 1 liter Dexlite dengan jalur lurus, rata-rata kendaraan bisa menempuh 16 hingga 20 kilometer (km). Sementara bila memakai Solar hanya mampu menempuh 12 hingga 14 Km.

"Kalau berdasarkan hasil tes yang kita lakukan jadi lebih hemat," kata Bambang, saat meluncurkan Dexlite di SPBU Pertamina 31.12601, kawasan Lenteng Agung Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Dexlite memiliki angka Cetane 51 dengan kandungan sulfur maksimal 1.200 ppm atau lebih tinggi dibandingkan dengan Solar dengan angka Cetane Number 48 dan kandungan sulfur maksimal 3.500 ppm.

Baca Juga

  • Resmi Diluncurkan, Dexlite Dijual Seharga Rp 6.750/Liter
  • Dexlite Mulai Dijual di SPBU Hari Ini
  • Dexlite Ditargetkan Terjual 100 Ribu KL hingga Akhir Tahun

Source: liputan6.com
‎Datangi DPR, Ini Usulan RUU Migas dari Para Cendekiawan

Liputan6.com, Jakarta - Elemen masyarakat yang menamakan diri sebagai Gerakan Akademik untuk Merebut Kontrol Negara terhadap Pengelolaan Migas dari Pengusaan Asing akan menyerahkan pokok-pokok materi untuk revisi Undang-undang (UU) No 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi ke DPR pada siang ini, Jumat (15/4/2016).

Mereka mendukung revisi tersebut karena tidak sesuai dengan UUD 1945 yang mengamanahkan agar bumi, air dan kekayaan alam dikuasai negara dan diperuntukkan untuk kemakmuran.‎ Adapun pokok-pokok materi atau rancangan yang akan diserahkan sebanyak 22 poin.

Ketua Pusat Studi Hukum Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Juajir Sumardi membacakan poin-poin tersebut sebelum menyerahkannya ke DPR di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

Baca Juga

  • Kemenperin Tak Setuju Ekspor Mineral Dibuka
  • Ini Alasan UU Minerba Perlu Direvisi
  • DPR Targetkan Revisi UU Minerba Selesai Tahun Ini

Source: liputan6.com
Pertamina Bakal Eksplorasi Minyak di Kazakhstan

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina terus mengembangkan wilayah eksplorasi minyaknya. Kali ini negara yang disasar adalah Kazakhstan. Negara yang terletak di Asia Tengah tersebut dikenal memiliki sumber daya minyak dan gus bumi yang cukup besar.

Duta Besar Kazakhstan Askhat Orazbay menyampaikan niat Pertamina tersebut saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (15/4/2016). Ia menuturkan, Pertamina telah menyampaikan hal itu kepada pemerintah Kazakhstan.

"Pertamina memperlihatkan ketertarikan untuk mengeksplorasi minyak di Kazakhstan," sebut Orazbay di kantor Kementerian ESDM, Jumat (15/4/2016).

Dia menambahkan, saat ini kedua pihak telah bertukar pandangan terkait hal tersebut. Tak cuma itu, saling kunjung antar delegasi dari Pertamina dan Otoritas terkait di Kazakhstan juga sudah dilakukan.

Baca Juga

  • Ada Dexlite, Pertamina Ingin Kurangi Pasokan Solar
  • RI Berpartisipasi dalam International Expo 2017 di Kazakhstan
  • Kazakhstan Haramkan Ponsel di Kantor Pemerintah

Source: liputan6.com
Pemerintah Penuhi Hal Ini, Harga Dexlite Bisa Lebih Murah

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) Dexlite bisa lebih murah jika pemerintah bersedia memberikan subsidi ke harga Bahan Bakar Nabati (BBN) berupa Fatty Acid Methyl Ester‎ (FAME)‎.

‎Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, harga Dexlite yang baru diluncurkan sebesar Rp 6.750 per liter, sebenarnya bisa dijual lebih murah hingga Rp 6.100 per liter.

Namun dikatakan hal ini membutuhkan bantuan pemerintah terkait bahan campuran BBN. "Kami bisa menjual lebih murah sekitar Rp 6.100," kata Bambang, di Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Pertamina meminta bantuan pemerintah untuk menurunkan harga Fame yang dicampur pada Dexlite menjadi setara dengan Solar.

Saat ini harga Fame sekitar Rp 8000 per liter. ‎"Kalau harga Fame -nya tidak masuk kategori Fame industri, tapi Fame Solar," ungkap Bambang.

Baca Juga

  • Resmi Diluncurkan, Dexlite Dijual Seharga Rp 6.750/Liter
  • Dexlite Mulai Dijual di SPBU Hari Ini
  • Dexlite Ditargetkan Terjual 100 Ribu KL hingga Akhir Tahun

Source: liputan6.com
Bergerak Tak Wajar, Otoritas Bursa Awasi Saham Indofarma

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pergerakan saham PT Indofarma Tbk lantaran telah terjadi peningkatan dan aktivitas saham di luar kebiasan (unusual market activity/UMA).

Kepala Pengawasan Trasaksi BEI, Irvan Susandy menuturkan sehubungan terjadi UMA atas saham PT Indofarma Tbk itu, pihaknya menyampaikan kalau bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

 

Baca Juga

  • Saham Indofarma Bergerak Tak Wajar
  • Investor Strategis Minati Saham Anak Usaha Indofarma
  • Rupiah Merosot, Indofarma Usulkan Harga Obat Generik Naik

Source: liputan6.com
6 Cara ISIS Raup Lebih dari Rp 13 Triliun per Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Kelompok radikal ISIS dikenal sebagai kelompk teroris terkaya di dunia. ISIS bisa menghasilkan pemasukan hingga lebih dari US$ 1 miliar per tahun atau setara Rp 13 triliun per tahun.

Pendapatan itu didapat kelompok ini dari berbagai sumber. Dilansir dari Business Insider, Jumat (15/4/2016), berikut sumber penerimaan ISIS:

1. Pajak

Sumber pendapatan ISIS paling besar adalah dari pajak. ISIS diduga meraup US$ 900 juta per tahun dari pajak yang ditarik dari penduduk juga pengusaha di teritori mereka, menurut investigasi dari New York Times.

ISIS mengenakan pajak impor, pajak sewa untuk bisnis, denda pelanggaran hukum, biaya utilitas dan pajak penghasilan.

Baca Juga

  • ISIS, Kelompok Teroris Terkaya yang Kini Kekurangan Uang
  • Jadi Teroris Terkaya di Dunia, ISIS Bisa Bangkrut Karena Boros
  • Bukan Bom yang Mampu Taklukan ISIS, Tapi Uang

Source: liputan6.com
Kini Pengesahan Akta Pendirian Koperasi Bisa Secara Online

Liputan6.com, Jakarta - Mendirikan koperasi kini dapat dilakukan dengan lebih cepat, mudah, murah dan aman. Kementerian Koperasi dan UKM memberikan kemudahan dengan meluncurkan Program Pengesahan Akta Pendirian Koperasi secara Elektronik (online).

Deputi bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Choirul Djamhari mengatakan, layanan ini bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan cara yang lebih mudah dalam proses pendiri koperasi, karena dapat diakses dari seluruh pelosok tanah air.

Prosesnya pun lebih sederhana karena hanya perlu mengakses lewat website dan lebih cepat karena verifikasi dokumen melalui sistem.

"Dengan sistem layanan pendirian koperasi secara online serta banyaknya notaris pembuat akta koperasi (NPAK) yang tersebar di seluruh daerah, diharapkan masyarakat luas dapat lebih mudah dan cepat dalam mendirikan koperasi," ujar dia di Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga

  • Kementerian Koperasi Bakal Kembangkan Model Desa Wisata
  • Dua Koperasi Diusulkan Jadi Penyalur Kredit Usaha Rakyat
  • Pemerintah Diminta Modernisasi Koperasi

Source: liputan6.com
Penuhi Panggilan DJP, Ketua BPK Klarifikasi Masalah Pajak

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis melaporkan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (SPT PPh OP) dengan memasukkan perusahaan cangkang (offshore) miliknya yang berada di Hong Kong.

Harry mengaku pernah mendirikan perusahaan offshore di Hong Kong sejak 2010. Perusahaan tersebut bernama Sheng Yue International Limited. Saat mendirikan perusahaan ini, Harry masih menjadi Anggota DPR RI.   

Harry belum melaporkan perusahaan cangkangnya itu dalam SPT Pajak Penghasilan (PPh). Kemudian sampai dokumen Panama Papers bocor, nama Harry Azhar mencuat .

"Baru tahun ini (SPT 2015) saya masukkan. Ada teknik pembetulan yang dibolehkan Undang-undang (UU)," ujar Harry usai ditemui di kantor Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Harry menuturkan, sekarang ini baru melaporkannya ke SPT karena perusahaan tersebut sama sekali tidak mencatatkan transaksi bisnis sejak 2010. Itu artinya transaksi di perusahaan ini nol selama lima tahun.

 

Baca Juga

  • Temui Jokowi, Ketua BPK Klarifikasi soal Namanya di Panama Papers
  • Perusahaan Masuk Panama Papers, Begini Komentar Ketua BPK
  • Ada Skandal Panama Papers, Pasar Modal RI Adem Ayem

Source: liputan6.com
BI Ubah Sistem Acuan Suku Bunga

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengumumkan perubahan kebijakan moneter. Kebijakan ini terkait perubahan bunga acuan yang dipakai oleh Bank Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menjelaskan, selama ini suku bunga yang menjadi acuan Bank Indonesia adalah suku bunga yang memiliki tenor 1 tahun. Pada Maret 2016 kemarin, BI memutuskan suku bunga acuan tersebut di angka 6,75 persen. Turun 25 persen jika dibandingkan dengan patokan sebulan sebelumnya yang ada di angka 7 persen.  

Dalam kebijakan yang baru, Bank Indonesia mengubah acuan suku bunga kebijakan menjadi suku bunga dengan tenor tujuh hari. Saat ini, suku bunga tenor tujuh hari itu di angka 5,5 persen. BI menamakan kebijakan bunga acuan baru tersebut BI Rate Seven Day Reserve Repo Rate.

Baca Juga

  • Untung Rugi Penguatan Rupiah
  • Respons IMF Terhadap Kebijakan Ekonomi RI
  • BI Terus Cermati Kebijakan Bank Sentral Lain

Source: liputan6.com
Chevron Berencana Jual Aset Panas Bumi di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Chevron berencana menjual aset panas bumi (geotermal) di Indonesia. Langkah bisnis ini sudah dilaporkan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut saat ini memiliki lini bisnis panas bumi di Darajat dan Salak, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana mengakui jika Chevron telah meminta izin terkait rencana tersebut. Hal ini pun masih dalam pembahasan di internal Chevron.

"Niatan ke sana ada, tapi mereka baru minta izin untuk men-disposure data, jadi belum sampai ke hilir siapa yang mau menggantikan mereka. Itu belum. Untuk dua-duanya (Darajat dan Salak). Mereka baru minta izin itu. Dan itu masih awal sekali," ujar dia di Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga

  • Harga Jatuh, Pertamina Bor Minyak di Luar Negeri
  • Sumur Terbakar Tidak Pengaruhi Produksi Pertamina EP
  • Produksi Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Naik Pesat

Source: liputan6.com
Pertamina Kelebihan Pasokan Solar

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) kelebihan pasokan Solar dari fasilitas pengolahan minyak (kilang) dalam negeri. Kelebihan pasokan ini terjadi setelah adanya kebijakan pencampuran biodiesel.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, pasokan Solar dari kilang Pertamina sudah mencukupi bahkan melebihi setelah adanya kebijakan pencampuran 20 persen biodisel pada Solar. Saat ini, Pertamina kelebihan pasokan 140 ribu barel per bulan.

"Kan bingung karena diminta untuk menambah biodiesel 20 persen. Kami punya 5,5 juta Kilo Liter (KL) untuk setahun berarti Solar harus dikurangi dan diganti dengan biodiesel. Jadi tidak perlu impor lagi karena Pertamina kelebihan 140 ribu barel per bulan," kata Bambang, di Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga

  • Ini Keunggulan Dexlite Dibandingkan Solar Biasa
  • Ada Dexlite, Pertamina Ingin Kurangi Pasokan Solar
  • Membandingkan Kualitas Bio Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex

Source: liputan6.com
Ini Alasan BI Ubah Sistem Acuan Suku Bunga

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merubah acuan suku bunga dalam kebijakan moneter dari yang sebelumnya bunga dengan tenor 12 bulan menjadi bunga dengan tenor 7 hari. Dengan adanya perubahan acuan suku bunga ini‎ maka nantinya nama suku bunga acuan tidak lagi BI Rate, melainkan Bank Indonesia Seven Days Reserve Ripo Rate. Kebijakan ini akan berlaku mulai 19 Agustus 2016.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menjelaskan‎, kebijakan ini ditempuh untuk memperdalam pasar keuangan Indonesia dan menyesuaikan dengan apa yang diterapkan bank sentral di beberapa negara maju di dunia.

Baca Juga

  • BI Ubah Sistem Acuan Suku Bunga
  • BI Rate Turun, Bunga KPR Masih Bergeming
  • Dugaan BI soal Uang Palsu Terdapat di ATM

Source: liputan6.com
Curhatan Menteri Rini Soal Panama Papers

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno bercerita bahwa belakangan ini dirinya merasa banyak dibicarakan masyarakat termasuk di media sosial. Hal itu terkait isu bahwa namanya tercatat dalam Panama Papers dan dugaan suap yang dilakukan oleh pengusaha Tiongkok.

Rini mengungkapkan, berbagai hal tersebut benar-benar tidak benar. Rini menyatakan dirinya tidak pernah terlibat kasus apapun di luar negeri.

"Saya merasa bahwa saya itu diperlakukan kurang baik dari banyak pihak, ada rumor, gosip, katanya Rini di Panama Papers, aku betul tiak mengerti," kata Rini di kantornya, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga

  • Menteri Rini Ingin BUMN dan Medco Kolaborasi Ambil Saham Newmont
  • Menteri Rini Minta Dirut BUMN Lebih Rajin Blusukan
  • Sepekan di Eropa, Ini Agenda Rini Soemarno

Source: liputan6.com
Garuda Indonesia Bukukan Laba Rp 1,03 Triliun pada 2015

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) catatkan laba bersih sebesar US$ 77,97 juta atau Rp 1,03 triliun (estimasi kurs: 13.232 per dolar AS) pada 2015. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan sebesar 121,1 persen jika dibandingkan 2014 yang mengalami kerugian sebesar US$ 368,9 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, kenaikan laba bersih perusahaan tersebut didorong oleh penerapan program Quick Wins sebagai bagian dari strategi jangka pendek perusahaan dan berbagai langkah efisiensi di sepanjang tahun, pada tahun lalu.

Arif merincikan, Garuda meraih pendapatan (operating revenue) sebesar US$ 3,81miliar, dibanding periode yang sama pada 2014 yang sebesar US$ 3,93 miliar. Sementara itu, beban usaha mengalami penurunan sebesar 15,8 persen pada 2015 menjadi US$ 3,64 miliar, dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 4,33 miliar.‬

"Pada 2015 Garuda Indonesia dihadapkan pada banyak tantangan baik domestik dan global khususnya dengan tidak stabilnya nilai tukar rupiah dan terjadinya bencana alam. Oleh sebab itu pendapatan usaha kita mengalami penurunan 3 persen year on year," ujarnya di Tangerang, Banten, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga

  • Swiss Berpeluang Tingkatkan Kerja Sama Perawatan Pesawat
  • Garuda Indonesia Buka Rute Solo-Jeddah pada April 2016
  • Rute Perdana Penerbangan Jakarta-Silangit Dibuka 22 Maret

Source: liputan6.com
ESDM Duga Ini Pemicu Chevron Jual Aset Panas Bumi di RI

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, investasi panas bumi (geothermal) di negara ini masih sangat menggiurkan. Ini kendati perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Chevron justru berencana menjual miliknya di Indonesia.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana menduga  langkah yang diambil terkait kondisi bisnis inti Chevron yakni minyak dan gas sedang tidak baik lantaran diguncang anjloknya harga komoditas dunia.

Melihat kondisi ini, langkah penjualan aset panas bumi dinilai sama sekali tak terkait dengan iklim investasi di Indonesia.

"Pada saat kondisi minyak seperti ini mereka harus merestrukturisasi perusahaannya. Artinya mungkin bisa jadi harus menutup utang, apapun. Maka anak perusahaan sesehat dan bagus apapun, tapi karena main bisnis terancam maka pola pikir melego melepas panas bumi sangat dimaklumi," jelas dia, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga

  • Chevron Berencana Jual Aset Panas Bumi di Indonesia
  • Harga Jatuh, Pertamina Bor Minyak di Luar Negeri
  • Sumur Terbakar Tidak Pengaruhi Produksi Pertamina EP

Source: liputan6.com
Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Anjloknya Harga Minyak

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha yang tergabung dalam Indonesian Petroleum Association (IPA) meminta pemerintah segera mengantisipasi turunnya harga minyak dunia yang dinilai sudah berdampak pada keuangan negara.

Board Of Director IPA Tenny Wibowo menilai, turunnya harga minyak mulai berdampak terhadap penerimaan negara. Ini terlihat pada penerimaan sektor migas yang pada tahun lalu hanya mencapai Rp 78,4 triliun. Angka itu meleset dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp 81,4 triliun.

Sementara realisasi Pajak Penghasilan (PPh) Migas turun 43 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp 49,7 triliun. Realisasi investasi sektor migas pun tercatat hanya sebesar US$ 15,9 miliar. Ini meleset dari target pemerintah sebesar US$ 23,7 miliar.

"Implikasi yang lebih besar dirasakan sejumlah daerah yang anggarannya ditopang dana bagi hasil (DBH) migas," kata Tenny, di Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Baca Juga

  • BPK: Ada Dana Rp 4 Triliun Tak Seharusnya Masuk Cost Recovery
  • Cost Recovery Dipatok US$ 16,5 Miliar di RAPBN-P 2015
  • Penurunan Harga Minyak Pengaruhi Ketahanan Energi RI

Source: liputan6.com
Pemerintah Akan Bangun PLTS di 7 Bandara

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tujuh bandara di Indonesia pada tahun ini. Tujuh bandara tersebut terdiri dari 4 bandara non komersial dan 3 komersial.

Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM Maritje Hutapea mengatakan, pembangunan PLTS untuk bandara non komersial diarahkan ke Indonesia bagian timur.

"‎Paling siap nonkomersial itu di Indonesia timur," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Sementara untuk bandara komersial akan dibangun di Bandara Ngurah Rai, Kualanamu, dan Juanda. Namun, pembangunan PLTS di ketiga bandara tersebut masih dalam proses diskusi, karena belum adanya restu dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kemenhub, lanjut dia, menganggap bandara komersial mampu untuk mencukupi kebutuhan listrik karena dikelola Angkasa Pura.
 

Baca Juga

  • AP II Bakal Bangun Pembangkit Listrik 60 MW di Bandara Soetta
  • Kemenhub: Transportasi di Bandara Akan Pakai Kendaraan Listrik
  • Sempat Gangguan, PLN Jaga Suplai Listrik di Bandara Kualanamu

Source: liputan6.com